Ibarat rumah, yang satu didirikan diatas batu-batu dan pondasi yang kokoh versus rumah kedua, yaitu rumah yang didirikan di atas pasir dan pondasi yang lemah. Dua-duanya dibangun dan di desain begitu indah dan menawan. Tapi hujan badai yang akan membedakan kekuatan kedua rumah tersebut. Tanpa badai, keduanya tampak seperti sama-sama kuat dan indah. Masa dilepas impian adalah masa tes, ujian hidup yang diberikan kepada kita, Permasalahan yang datang silih berganti menjadi ujian ketahanan kita. Apakah pondasi hidup kita cukup kuat? Apakah dengan mudah terjebak masuk dalam impian palsu? Tanpa badai hidup, kita tidak akan pernah tahu seberapa kuat kita membangun pondasi hidup. Sebenernya rumah yang didirikan dengan pondasi yang lemah sudah dapat diprediksi bahwa dialah yang akan hancur duluan.
Salah satu temanku meminta papa angkatku yang adalah seorang kontraktor untuk memperbaiki gedung pabriknya. Dia ingin memperlebar pabriknya. Membangun lab yang baru dan sebagainya. Ketika papaku datang meninjau ke pabriknya, dia cukup kaget karena ternyata pondasi dan tembok pabrik tersebut sangat tidak aman. Bisa rubuh sewaktu-waktu. Podasinya begitu lemah, walaupun pabrik tersebut sudah berdiri untuk waktu yang cukup lama.