Showing posts with label Management. Show all posts
Showing posts with label Management. Show all posts

Thursday, April 5, 2012

Can you out from apathetic mind?

Almost everyday jalan tol itu macet, apakah lo jadi apatis?
last week, I was talking with my sister about apathetic / Apatis (showing or feeling no interest, enthusiasm, or concern) apa sih yang buat orang jadi apatis atau acuh tak acuh??

Sikap apatis itu tidak terjadi karena adanya satu-atau dua kali kejadian. tapi karena kejadian yang mengecewakan itu terjadi berulang kali dalam kurun waktu yang cukup lama. Apatis bisa terjadi kepada atasan, rekan kerja, bawahan, organisasi, negara bahkan dengan gereja dan hidupmu sendiri.

Apatis bisa terjadi ketika
- kamu berusaha tapi selalu gagal.
- ternyata apa yang kita lakukan disia-siakan atau tidak dihargai.
- pimpinannya seenaknya sendiri dan sok pinter, jadi tidak mau mendengarkan orang lain.
- kita ingin melakukan yang terbaik tapi justru dihalangi dan dibatasi oleh hal2 tertentu yang dengan sengaja dibuat oleh orang2 tertentu.
- rekan kerja buat seenaknya sendiri tapi gak pernah ditegor.
- rekan yang tidak imbang speed kerjanya, sehingga ketika kita mau mencapai hal yang lebih jadi terhambat.
- dan masih banyak contoh hal lainnya..

pertanyaanya : what would you do?
emang enak dan gampang ngomongnya jangan jadi orang apatis dong.. but the fact is.. jika berada di situasi yang sedemikan rupa, sejujurnya gak mudah untuk dapat keluar dari perasaan apatis.

Ketika you want to do the best but your boss or patner or even all people around you doesnt corporate... sebenernya kalo mau gampang yah apatis ajaa, yah sudah gak usah gw kerjain or pikirin.. orang yang berkepentingann aja gak peduli kok kenapa lo pusing? am I right?

But when you work with heart, something inside of you, wispher to you.. ayoo tetap semangat dan lakukan yang terbaik.. inget ini bukan tentang orang lain tapi juga ke portfoliomu sendiri. Jangan biarkan dirimu jadi tumpul... keep going..

I know its not easy but remember your purpose..what your greater goal...



Monday, March 19, 2012

Pengetahuan itu PERCUMA!

Pengetahuan itu percuma..
Pengetahuan itu tidak ada gunanya..

Jika hanya menjadi sekedar pengetahuan di otakmu.
Hanya sebatas di pemikiranmu sendiri.
Tidak pernah dituangkan apalagi dikerjakan,
maka Pengetahuanmu itu menjadi sia-sia.

Banyak orang lulusan sarjana, bahkan S2 sekalipun yang pada kenyataannya tidak bisa bekerja, karena terlalu banyak teori dalam pikirannya, terlalu berhati-hati sampai2 tidak berani melangkah atau praktek.

Sedangkan ada orang-orang yang bukan berijazah tinggi tapi menjadi sukses karena dia orang yang suka praktek. Berani ambil tindakan bahkan seringkali mengambil resiko.  Meskipun gak tau teori dagang / bisnis tapi mereka berani membuat sebuah langkah dan keputusan. Menggunakan setiap sumber daya, pengetahuan, waktu, bahkan terkadang dilandasi oleh  sebuah intuisi / huncth untuk melangkah mencapai sebuah tujuan.

Sama hal nya dengan Iman tanpa Perbuatan adalah sia-sia.  Imanmu boleh besar, tapi akan jadi sia-sia jika tidak berani mengambil langkah kehidupan. Apa gunanya punya mimpi / visi besar jika tidak berani melangkah step by step.

Langkah awal mungkin terlihat tidak berarti dibandingkan dengan iman atau mimpimu. Tapi segala sesuatu itu harus dimulai dengan langkah awal. Setialah dalam perkara kecil maka perkara besar akan dipercayakan kepadamu.

Monday, February 13, 2012

Work with Heart (4) Be a Legend



No matter who you are
Masuk baik-baik, Keluar baik-baik adalah sebuah prinsip dasar dan wajib di dunia bekerja. But work with heart is more than that. Gak cukup dengan keluar baik-baik. Be a legend in your company. A story to tell and remembered. A masterpiece. Gak perlu nunggu jadi top management untuk jadi legend. You could be a legend in every position. 

Be a legend*





Bisa jadi kamu hanyalah seorang OB (Office Boy) tapi karena kecekatanmu dalam melayani, semua bisa terkagum-kagum. Atau hanya seorang bagian administrasi, dimana ketelitianmu dan kecakapan kerjamu membuat orang terpesona seakan can't live without you.. Atau hanya bagian umum / kurir. Ngantar barang / surat dengan excellent. Tidak pernah terlambat, tahu perhitungan waktu. Atau hanya supir.. tapi selalu datang jauh lebih pagi dari yang diminta, rajin bersihin mobil, tahu cara merawat mobil yang baik. Atau hanyalah bagian staff junior, tapi para pimpinanmu dapat memberikan kepercayaan memegang project-project besar. Dll. Buatlah sebuah standart yang akan digunakan bagi generasi2 dibawahmu. Sebuah karya master piece 


One of my masterpiece
Meskipun kerjanya seakan bagian kecil, tapi ketika dikerjakan with all your heart, believe me it would be amazing. Just be excellent, dapat dipercaya dan diandalkan. Ketika diminta untuk melakukan sampai 100%, berikanlah 1000%. Sekali lagi jangan hitung-hitungan. Jabatan dan penghasilan itu akan mengikutimu, tunggu tanggal mainnya saja. Ketika posisimu naik, tetaplah jadi legend dan pengaruhmu akan semakin lebih besar lagi.

Sometimes you'll never know, until you quit from your job. Semua akan merasa kehilangan. Wah gak enak yah, sudah gak ada si A, gak ada yang secepat dan semengerti dia. wahh penerusnya gak asyik nih.. klo si-A dulu selalu inovatif dan mau terjun ke lapangan, yang ini maunya cuma terima jadi, gak mau susah.. dll. Bahka terkadang sampai  "mengintimidasi" penerus posisimu. Karena setiap tindakan yang diambilnya akan dibandingkan dengan apa yang telah kamu perbuat.  

You will be amazed with what people said about you, when you work with heart.

*That picture is my great grand father. He is a legend.  I'm the 4th generation. Sampai sekarang orang masih membicarakan kehebatannya, apa saja yang pernah dia lakukan dan tanamkan ke generasi-generasi di bawahnya. Bahkan sampai sekarang orang masih bisa menikmati "buah" karya hidupnya. (nantikan tulisan khusus tentang beliau, bukunya sih sudah ada yang dipublish hehehe) 


Work with Heart (3) In Out

Semua orang ketika masuk kerja pasti dalam kondisi baik-baik kan. Kalo ngga, gak mungkin keterima kerja.. betul kan... Nah ketika ditengah2 masa kita bekerja bisa aja terjadi masalah.. entah dengan atasan, client, perusahaan dll ataupun suatu alasan lain yang akhirnya membuat kita meninggalkan perusahan tempat kita bekerja.

Apapun yang terjadi, keluarlah / resign dengan kondisi yang baik juga. Pamitan dengan cara yang benar, persiapakan serah terima jabatan dan pekerjaan. Meskipun konflik sekalipun, harus tetap keluar dengan baik-baik. Dunia ini terlalu sempit. Kita bisa bertemu dengan lingkaran rekan-rekan kerja kita kembali. Someday kita  akan menerima manfaat rekomendasi dan referensi dari rekan-rekan kerja, atasan bahkan dari client.

Untuk membangun sebuah reputasi karier, nama baik harus dibangun selama bertahun-tahun. Tidak ada yang instant. Apakah hanya karena emosi sesaat atau salah seluruh yang kita bangun hancur?

My heart is broken when I remember this man (#nomention) Dia kerjanya loyal selama bertahun-tahun dan jadi orang kepercayaan, tetapi ditengah perjalanan karirnya dirusak oleh minuman, wanita dan judi. Semua karir yang dibangunnya hancur dalam seketika. Bahkan sampai dikejar2 orang. Gak hanya seperti itu tapi seluruh keluarganya juga terkena imbas. Anaknya terpaksa harus berhenti kuliah karena dia dapat beasiswanya dari perusahan tempat dia bekerja. Anak2nya semua adalah siswa berprestasi.

Nasehat dan prinsip ini diturunkan turun temurun dari para mentorku, dan ku teruskan juga kepada team / teman2ku. Remember :
Masuk baik-baik, Keluar juga baik-baik.

Friday, February 10, 2012

Petuah Eyang


Setiap malam natal gw pasti datang ke rumah kakak angkatku (klo lagi di Jakarta yah..) Dan Natal kemarin itu sangat berkesan banget. Terutama ketika ketemu Eyang. Seperti biasa Eyang menanyakan kabarku dan sekarang ngerjain apa aja dll.
Eyang lagi story telling

Ketika gw bercerita tentang kerjaan, Eyang langsung mengingatkanku tetang pentingnya surat perjanjian, term & condition. Beliau bilang orang Indonesia itu lemah di perjanjian Hitam Putih. Disangkanya gampang, nyantai aja, percaya kok. Tapi jika ada masalah apa2 ntar pada kabur dah. Dan perjanjian bisnis itu harus kuat karena juga menyangkut hukum.

Kata2 Eyang itu bener2 melekat dan terngiang sampe sekarang. Dan benar apa yang dikatakannya. Sekarang dalam setiap bisnis yang dipercayakan, gw bikin perjanjian sedetail mungkin. Jadi kalo ada apa2, kan sudah tertulis diperjanjiannya.. hehehe. Gw masih harus banyak belajaaarrr.. Semangat!

Thanks a lot Eyang.....

Thursday, February 9, 2012

Work with heart (2) - Prove Your Self

Work with heart not your feelings!

Paling gregetan liat orang yang baru masuk kerja atau emang sebelumnya gak pernah kerja tapi minta gaji gedeee dan all fasilitas yang super, tapi belum ketahuan hasil kerjanya. Dan setelah kerja ternyata orang ini gak bisa kerja dan gak bisa terima tantangan. Kerja itu pasti ada challenge -nya. Baik itu bobot kerja, masalah dengan atasan / rekan sekerja, dll. Tapi itu lah seni dalam bekerja. Banyak orang belum apa-apa sudah pusing, ngambek, lalu pengen resign padahal baru kerja. haish.... Hasilnya jadi kutu loncat. Dan orang yang kutu loncat jarang diminati oleh perusahaan2. Makanya jangan kerja pake perasaan. Semua kegalauanmu tinggalkan aja dirumah jangan dibawa ke kantor.

Gak ada yang instant
Nah banyak orang mindsetnya salah. Kalau ingin pendapatan gede dan fasilitas yang bagus, yah buktikan dulu dirimu. kontribusi apa yang sudah lo kasih ke perusahaan? work with all of your heart itu membutuhkan pembuktian dalam waktu dan tekanan. Tidak ada yang instant.

Memberi lebih ke perusahaan jangan lantas diartikan gw gak dibayar "sepantasnya" kapasitas gw kok.  ngapain harus memberi lebih? heii.. jangan berpikiran kerdil! ketika kita memberi lebih memang yang dapat benefit langsung itu seakan perusahaan, tapi sebenarnya itu ke diri kita sendiri. Secara sadar gak sadar itu menambah pengalaman dan expertise. Ketika kita memberi lebih, kita akan dipercaya lebih, berarti portfolio kerja kita diperluas.

Coba kalo dulu gw ngomel ketika nungguin anak2 grafis nge-desain project dari departemen gw, saat ini lo gak akan liat portfolio desain gw (www.priscillanovaniportfolio.blogspot.com). Menunggu itu sesuatu yang gak enak, sampe malam lagi... itu kan lembur, pulang malam, dll kalo mau ngomel bisa aja kan?? Tetapi gw memilih untuk tidak ngomel. Bahkan akhirnya gw belajar desain dari mereka. Karena gw nungguin project gw diselesaikan. Pernah suatu saat gw harus ngedesain sampai jam 12 malam, ternyata gara2 lembur itu pas tengah malam gw malah kenalan dengan salah satu direksi dan direkturnya Sonny Pictures. Mereka supper meeting jam 12 malam tepat didepan ruangan gw hihihi jadinya ikutan nimbrung deh dan dapat koneksi.

Ketika kita bisa membuktikan hasil kerja, maka segala pendapatan dan fasilitas akan mengikuti. Just prove your self!

Wednesday, February 8, 2012

Work with Heart (1)

Work with heart or with passion* (@rennecc said) but don't work with your feelings.

Dari awal mulai kerja hingga saat ini I'm blessed with great oppurtunity to do something that I like or love. Mulai dari radio, televisi, hingga ke aneka ragam perusahaan yg dipercayakan ke gw.

My first work ID
Waktu kerja d Radio start dari penyiar dan jadi PIC bbrp events. Nah ketika mulai pegang events, beberapa orang mulai bertanya ngapain sih kamu mau keluarin "tenaga ekstra"?? Jawabannya karena gw senang dan pengen kasih yg terbaik.

Gw berpikir dgn cara pandang seorang owner. Owner pasti dia ingin hal yg terbaik untuk usahanya dan dia tidak akan hitung2an dengan usahanya sendiri. Dan hasilnya gw adalah saya dapat promosi u/ jadi producer acara prime time pagi. Tapi ketika itu gw lebih milih panggilan kerja di Jakarta.

Waktu kerja d stasiun TV lebih banyak lagi pertanyaan yang masuk, baik dari temen2, sampe orang2/student yg datang company visit. "kok mau sih kerja rodi? Kerja dari pagi sampe ketemu pagi? (pdhal gak tiap hari)" "gak dapat lembur kan?" "kan gajinya gak gede?" dll... Bnyk yg lainnya tp setipe.

Gw biasanya jawab dengan pertanyan balik: "Siapa yg suka nonton film??? Siapa yg gak suka baca??" coba bayangkan kamu yg suka nonton film dibayar/digaji untuk nonton film setiap hari! Seneng gak??? Semua pasti jawab senaaaaaaang.. Walaupun harus berjam2 nonton sampe pagi mau?? Tetep jawabnya yah mauu dong.

Jawab pertanyaan yg kedua.. Bagi yg gak suka baca tapi dibayar untuk baca tiap hari mau gak??? Kompak pasti jawab nggaaaaa.. Bisa mati berdiri ntar haha

Simple kan?? Klo lo suka dengan yg lo lakuin lo gak akan ngomel meski pulang sampe malam atau kerjaanmu cukup berat. Karna lo suka.

Soal gaji.. Itu relatif. Semua balik ke diri sendiri mau belajar mengucap syukur dan mencukupkan diri or not. Mau gaji segede apapun klo tidak belajar mencukupkan diri yah gak akan pernah cukup. Orang semakin tinggi penghasilan, pengeluarannya juga tambah banyak. Buktinya gw bisa nabung dan menghasilkan kok.

Ditambah lagi suasana kerja d tv dan di divisi gw sangat menyenangkan. Jadi mau kerja sampe gimanapun yah bawaanya senang.

The same principles I use till now. When you work with all of your heart it will be amazing.

Monday, February 6, 2012

Sampai kapan???

sampai kapan nih kayak gini mulu? kok gak pernah ada kemajuan sih? duh rasanya gak ada perubahan nih..

sampai kapan ???
pernah terlintas pertanyaan sepeti itu? Yes I do... 

Terutama ketika melihat perusahaan2 yang sudah didirikan bertahun-tahun, tapi rasanya seperti berjalan di tempat. Kali ini yang gw sorotin adalah perusahaan yang usianya lebih dari 10 tahun tapi seakan  tidak ada perubahan yang berarti dari awal2 tahun didirikannya. Sedangkan ada banyak perusahaan yg dimulai hal sederhana beberapa tahu yang lalu tapi sekarang sudah jadi besar.

Ini berdasarkan pengamatan gw yah..

Takut akan perubahan. Dalam hatinya sih pengen jadi gede, tapi takut akan perubahan jaman. jadi play save! Tidak berani ambil resiko. Tidak berani keluar dari zona nyaman. Apalagi sekarang dari era industri jadi era digital. Dari cara manual jadi semi robotis or full robotis. 

Takut mempercayakan kepada orang lain alias single fighter. Semuanya diatur sendiri, bahkan dikerjain sendiri. Sampai2 hal2 yang kecil harus belanja sendiri. Dalihnya biar hemat tapi itu sebenarnya kikir. Meskipun ada general manager, tapi tidak diberikan kesempatan untuk berinovasi. 

Gak ada modal gede?? itu semua tergantung sih.. mau ulet or not.  Hasil yang dikumpulkan  sedikit demi sedikit kan bisa jadi perputaran modal juga. jangan2 salah financial planning. Kok bisa?? karena  kalo ada duit lebih bukannya untuk modal kerja malah buat seneng2 dulu. yang penting gengsi dulu (haissshhh). 

Kasus yang ini agak unik, karena ownernya sudah gak incharge lagi, jadi perusahaan rada kayak zombi or mayat hidup. Hidup tak mau, Mati pun segan. hihi jangan ketawa tapi beneran ada loh perusahaan kayak gini.. second layernya tidak dipersiapkan. cuma karena ownernya ada kelebihan duit dari tempat yang lain, jadi yang ini cuma digelontorin duit selama bertahun-tahun. 

Sebenernya masih banyak faktor lainnya. Tapi dalam pembahasan ini kenapa gak perubahan?? karena takut! Mau sampai kapan???


Thursday, February 2, 2012

Buat kesalahan???

Buat kesalahan itu wajar gak sih? selama kita masih manusia pasti gak ada yang luput dari kesalahan, tul gak?? hebat bener kalo sampe ada yang lansung perfect 100%

Setelah berbuat kesalahan apakah tindakanmu? a.k.a responmu menghadapi tanggung jawab. kalau memang kita berbuat salah yah minta maaf lah.. harus berani dan dengan berbesar hati mengakui kesalahan. Daaan.. yang terpenting jangan mengulangi kesalahan lagi. diperbaiki di masa depan. Andai kata semua orang bisa seperti itu, management dan leadership akan jauh lebih mudah..

Masalahnya kalo yang kita hadapi adalah orang yang tidak berani mengakui kesalahan dan membuat masalah yang harusnya kecil jadi gede. hanya karena tidak berani menghadapi kenyataan dan tanggung jawab.

Ingat semakin tinggi posisi dan jabatan kita akan semakin berpengaruh terhadap orang banyak. Jika kita sebagai pemimpin tidak berani mengambil tanggung jawab, yang menderita adalah anak buah dan orang sekitarmu. Singkirkan ego dan berpikirlah luas.

Karakter orang yang sesungguhnya akan muncul ketika menghadapi sebuah masalah / tekanan. Kesalahan pasti menjadi tekanan. Tetapi melalui tekanan / permasalahan / kesalahan akan membuat kita bisa semakin bertumbuh dewasa. Tapi tergantung responmu yah.. kalo kabur yah untuk selamanya kamu menjadi anak kecil dan akan terus dihantui oleh permasalahan yang sama sampai kita bisa melaluinya.

Ingat jangan pernah kabur, karena akan terus dihantui oleh permasalahan yang sama..
Gak mau tanggung jawab?? jangan jadi orang!



Catatan kecil #bisnis

Tulisan dibawah ini adalah tulisan dari twitter ku bulan Januari'12 tapi baru sekarang sempat di copy paste ke blog. (sedang berusaha aktif nulis lagi! -- untuk yg di blog) krn tulisanku banyak yg tersebar di twitter maupun di instagramku hehe this is my #business #management #series

Tidak ada bisnis yg tanpa modal.. Bnyk org pengen wirausaha/bisnis tp gk punya modal. --> cerita klasik #bisnis

Tapi Ada jg yg punya modal tp gak berani invest.. Mintanya untung gede.. --> emang bisa ???? #bisnis.

Ada orang yg dlm ber #bisnis bilangnya hrs dgn perhitungan.. Pdhl Sebenernya itu kikir dan pelit cuma bhsnya aja diperhalus.

Perhitungan #bisnis itu wajib hukumnya! Tp semua ada batas wajarnya.. Yang bisa membedakan kikir dan hemat itu nuranimu Krn klo kikir,kelihatannya saja berhemat pdhl justru itu membunuh "jiwa" #bisnis mu sendiri.

Terutama di staff & karyawan bayangkan perusahaan yg bener2 perhitungan dgn karyawannya. dikit2 denda, ini itu gk boleh,hasilnya staffmu akan jd jauh lbh perhitungan ada jg bos yg suka memberi tp hasilnya dia gk pernah kekurangan dan staffmu jadi loyal dan tidak akan perhitungan dengan perusahaan #bisnis

gw sangat menyarankan meskipun ortu bergelimangan duit, anak hrs tetap belajar kerja dari org dulu, jgn asal jd bos.. #bisnis Biar tahu suka duka jadi staff dan karyawan. Bagaimana rasanya dibawah. supaya gk sewenang2 dan jadi lebih bijak dalam ber #bisnis

Friday, September 30, 2011

Jangan buang badan donk!

gambar ilustrasi
Tulisan kali ini tentang "Leadership" yang paling dasar dalam hubungan atasan - bawahan - dan selevel.  saya nulis ini bukan karena saya ahli kepemimpinan seperti John Maxwell, dll tapi inilah salah satu prinsip kepemimpinan yang saya alami dalam berorganisasi.

Nasehat dari seorang pimpinan saya adalah "Jangan buang badan donk!" maksudnya adalah kita ketika sebagai seorang pimpinan, jangan pernah buang badan ketika pemimpin di atas kita menegor atas kesalahan anak buah kita.

Seorang pemimpin harus berani "pasang badan" untuk anak buahnya di depan pimpinan lainnya atau rekan selevel. Walaupun setelah pasang badan, anak buah yang bermasalah harus dipanggil dan diberitahukan kesalahan dan jalan keluarnya. Karena apapun yang menjadi kesalahan anak buah itu menjadi tanggung jawab pimpinan di atasnya.

Saya pernah mengalami masa kepemimpinan dengan dua jenis pemimpin yang sangat bertolak belakang.  Yang satunya sangat pasang badan (si A), dan yang satunya buang badan banget (si B)!
(*nama sengaja di ganti untuk menjaga nama baik si B karena bagaimana pun dia tetap orang yang pernah memimpin saya)

Hasilnya atau dampak kepemimpinannya sangat jauh berbeda. Si A sangat dihargai dan dihormati oleh pimpinannya, rekan sekerja dan seluruh tim di bawahnya. Sedangkan si B kehilangan respek dari rekan-rekan dan timnya.

Si A pernah berkata jika kamu melakukan kesalahan, manager yang lain tidak akan langsung menegur ke kamu, sayalah yang ditegur (itulah jalur kepemimpinan yang benar). Si A pernah memarahi saya hingga membuatku menangis di hadapannya! tapi setelah itu saya jadi bangkit dan sadar akan kesalahan dan kekurangan saya.

Keterbalikan dengan si B yang berkata ohh itu bukan saya tapi itu si anu... Percayalah walaupun pemimpin diatasmu adalah orang yang buang badan, tetapi pimpinan di atasnya lagi (top management) bisa menilai mana yang benar dan yang salah. Pengalaman yang tak terlupakan adalah  ketika saya mendapatkan telpon dari seorang Direksi yang langsung memberikan pembelaan kepada saya, karena dia tau ada yang salah dengan si B. Bahkan beliau meminta saya untuk direct report. Itulah yang disebut pembelaan datangnya dari Tuhan.

Yang dahulunya jadi bawahan sekarang menjadi pimpinan. Jadilah pemimpin yang bijak. Posisi boleh saja tertulis sebagai head, tetapi banyak yang tidak siap menerima sebuah jabatan. Jabatan bukan bicara gengsi tapi tanggung jawab kepada perusahaan, kepada client dan terlebih lagi kepada Tuhan.

Seorang Head ketika ditanya rekan sekerja mengenai masalah yang dilakukan anak buahnya, jangan pernah sekali-kali buang badan dan berkata itu bukan saya yang buat! haiiii kita semua juga tau bahwa bukan kamu memang yang buat, tapi tolong cobalah bijak dalam berkata-kata. Periksalah apa yang terjadi sesungguhnya dan lakukanlah pengawasan.

Tidak ada manusia yang sempurna. Jika kita melakukan kesalahan itu wajar, maka berterus teranglah jika memang kita melakukan kesalahan dan melakukan perbaikan di masa depan. Jangan melempar kesalahan pada orang lain dan pada anak buah.
Be gentle! Be wise!